Update Cuaca Ekstrem BMKG 1 Januari 2026 Daftar Wilayah Siaga Banjir dan Cara Proteksi Aset



Jakarta, 1 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis update terbaru prakiraan cuaca ekstrem pada awal tahun 2026. Meski tidak ada status siaga banjir darurat pada hari ini, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di puluhan wilayah Indonesia, yang berisiko memicu banjir dan banjir bandang. Prakiraan ini didasarkan pada dinamika atmosfer seperti Monsun Asia dan bibit siklon tropis yang masih aktif sejak akhir 2025.

Menurut data BMKG, awal Januari 2026 masuk dalam periode puncak musim hujan. Prakiraan Daerah Potensi Banjir Bulan Januari-Maret 2026 menunjukkan sejumlah provinsi berisiko tinggi mengalami banjir akibat curah hujan di atas normal. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam melindungi aset berharga seperti rumah, kendaraan, dan dokumen penting.

Penyebab Cuaca Ekstrem Awal 2026 Menurut BMKG




BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer global dan regional. Monsun Asia yang aktif membawa massa udara basah dari benua Asia ke wilayah Indonesia, menyebabkan peningkatan curah hujan signifikan di Sumatera bagian selatan, Jawa, hingga Kalimantan.

Selain itu, sisa pengaruh bibit siklon tropis dari akhir Desember 2025 masih terdeteksi, meski intensitasnya menurun. Kombinasi ini diperkuat oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase aktif di wilayah Indonesia.

"Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih mendominasi pada 1-5 Januari 2026," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam prospek cuaca mingguan terbaru. Ia menekankan pentingnya mitigasi dini untuk mengurangi dampak hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan banjir rob di wilayah pesisir.

Prakiraan jangka panjang BMKG dalam Climate Outlook 2026 juga memprediksi curah hujan tahunan 2026 berada di kisaran 1.500-4.000 mm, dengan sifat hujan normal hingga atas normal di sebagian besar wilayah. Hal ini meningkatkan risiko banjir di daerah rawan seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Daftar Wilayah Rawan Banjir dan Siaga Cuaca Ekstrem 1 Januari 2026

Berdasarkan peringatan dini BMKG dan prakiraan potensi banjir Januari-Maret 2026, berikut daftar wilayah yang perlu waspada tinggi terhadap banjir dan cuaca ekstrem.




A.Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat (Update 1 Januari 2026)

1.Aceh: Potensi hujan lebat-sangat lebat disertai angin kencang.

2.Sumatera Barat: Rawan banjir bandang di daerah pegunungan.

3.Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan: Potensi banjir tinggi akibat Monsun Asia.

4.Banten dan DKI Jakarta (Jabodetabek): Hujan petir sore hingga malam, risiko genangan dan banjir rob.

5.Jawa Barat: Termasuk Bandung dan sekitarnya, waspada longsor.

6.Jawa Tengah dan DI Yogyakarta: Potensi banjir di wilayah pantai selatan.

7.Jawa Timur: Beberapa kabupaten seperti Malang, Lumajang, dan Banyuwangi berpotensi banjir menengah-rendah.

8.Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah: Hujan sedang-lebat.

9.Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah: Potensi hujan petir.

B.Wilayah Potensi Banjir Rob (Pesisir)

BMKG juga memperingatkan banjir rob pada 1-10 Januari 2026 di pesisir utara Jawa, termasuk Jakarta Utara, Tangerang, dan Bekasi, serta beberapa wilayah di Riau dan Kepulauan Riau.

Prakiraan dasarian BMKG menunjukkan kategori potensi banjir tinggi di sebagian Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, dan Banten selama Januari 2026. Masyarakat diimbau memantau update harian melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.

Dampak Potensial Banjir dan Pengalaman Tahun Sebelumnya




Banjir bukan hal baru di Indonesia, terutama pada musim hujan. Pada awal 2025, Jakarta dan sekitarnya sempat lumpuh akibat banjir besar yang merendam ribuan rumah dan mengganggu aktivitas ekonomi. Kerugian materiil mencapai triliunan rupiah, belum termasuk dampak psikologis bagi korban.

Di tahun 2026 ini, BMKG memprediksi pola serupa jika tidak ada mitigasi yang memadai. Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tapi juga mengancam kesehatan dengan penyebaran penyakit seperti leptospirosis dan diare. Selain itu, banjir bandang di daerah pegunungan seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah daerah di wilayah rawan seperti DKI Jakarta telah menyiapkan pompa air dan posko siaga, namun partisipasi masyarakat tetap kunci utama dalam pencegahan.

Cara Proteksi Aset dari Banjir: Tips Praktis dan Efektif

Melindungi aset saat musim banjir sangat penting untuk meminimalkan kerugian. Berikut panduan lengkap cara proteksi aset rumah tangga, kendaraan, dan dokumen penting

1.Proteksi Rumah dan Isi Rumah

Angkat Barang Berharga Pindahkan furnitur, elektronik, dan barang berharga ke lantai atas atau tempat tinggi. Gunakan rak dinding jika memungkinkan.

Pasang Sandbag atau Tanggul Sementara Di depan pintu dan jendela, tumpuk karung pasir untuk menghalangi air masuk.

Perkuat Struktur Rumah Pastikan saluran air dan got bersih. Bangun rumah panggung jika di daerah rawan kronis.

Asuransi Properti Daftarkan polis asuransi banjir untuk ganti rugi jika terjadi kerusakan.

2.Proteksi Kendaraan

Parkir di Tempat Tinggi Hindari parkir di basement atau area rendah. Pindahkan ke gedung bertingkat jika banjir diprediksi, Asuransi Kendaraan Comprehensive Pastikan polis mencakup perluasan banjir (all risk dengan banjir coverage).

Tutup Kendaraan Gunakan cover anti air atau plastik tebal jika terpaksa parkir luar, Jangan Nyalakan Mesin di Banjir Air masuk ke mesin bisa menyebabkan hydro-lock dan kerusakan total.

3.Proteksi Dokumen dan Aset Digital

Simpan di Tempat Aman Gunakan box anti air atau simpan di cloud storage untuk dokumen digital, Backup Data Foto KTP, sertifikat tanah, dan polis asuransi diupload ke Google Drive atau sejenisnya, Safe Deposit Box Untuk aset berharga seperti emas, gunakan fasilitas bank.

4.Tips Umum Proteksi Keuangan

a.Miliki dana darurat minimal 6 bulan pengeluaran.

b.Daftarkan asuransi jiwa dan kesehatan yang mencakup bencana alam.

c.Ikuti komunitas siaga bencana lokal untuk informasi cepat.

Kesimpulan

Update cuaca ekstrem BMKG 1 Januari 2026 ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di ring of fire dan iklim tropis yang rentan bencana hidrometeorologi. Dengan daftar wilayah siaga banjir yang cukup luas, proteksi aset menjadi prioritas utama selain keselamatan jiwa.

BMKG terus memantau dan memperbarui informasi melalui situs resmi bmkg Masyarakat diimbau tidak panik, tapi proaktif mempersiapkan diri. Semoga tahun 2026 membawa berkah tanpa bencana besar.

Daerah Ekonomi Nasional Sosial Tips
Posting Komentar
komentar teratas
Terbaru dulu
Daftar Isi
Tautan berhasil disalin.