Danantara Siapkan Skema Investasi Hijau Prioritaskan Proyek Energi Terbarukan di Kalimantan
Jakarta, 3 Januari 2026 - Komitmen Indonesia dalam mendorong transisi energi kembali diperkuat. Badan pengelola investasi strategis nasional, Danantara, tengah menyiapkan skema investasi hijau yang difokuskan pada pengembangan proyek energi terbarukan. Wilayah Kalimantan ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama, sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan dan transformasi ekonomi hijau yang dicanangkan pemerintah.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa investasi hijau bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai diterjemahkan ke dalam kebijakan dan proyek konkret. Kalimantan, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta posisinya sebagai kawasan strategis nasional, dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan energi bersih di Indonesia.
Investasi Hijau Jadi Arah Baru Strategi Danantara
Danantara dalam beberapa waktu terakhir memang semakin menegaskan perannya sebagai katalis investasi jangka panjang. Tidak hanya mengejar imbal hasil finansial, Danantara juga mengusung pendekatan investasi berkelanjutan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.
Skema investasi hijau yang tengah disiapkan ini dirancang untuk mendukung proyek-proyek yang selaras dengan prinsip keberlanjutan, khususnya di sektor energi terbarukan. Fokus utama mencakup pengembangan energi surya, tenaga air, bioenergi, hingga potensi energi baru lain yang ramah lingkungan.
Menurut sumber yang memahami rencana tersebut, Danantara akan mengadopsi pendekatan investasi jangka menengah hingga panjang, dengan skema pendanaan yang fleksibel dan kolaboratif.
“Investasi hijau tidak bisa dilakukan dengan pendekatan jangka pendek. Dibutuhkan kesabaran modal, kepastian regulasi, dan sinergi lintas sektor,” ujar seorang pejabat yang terlibat dalam perumusan strategi investasi tersebut.
Kalimantan Dipilih, Ini Alasannya
Penetapan Kalimantan sebagai wilayah prioritas bukan tanpa alasan. Pulau ini memiliki potensi energi terbarukan yang besar, mulai dari tenaga surya, tenaga air, hingga biomassa. Selain itu, Kalimantan juga tengah diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut memperkuat urgensi pengembangan energi bersih di kawasan tersebut. Kebutuhan energi yang besar harus diimbangi dengan pasokan yang berkelanjutan agar target pembangunan rendah emisi dapat tercapai.
Selain faktor potensi energi, Kalimantan dinilai memiliki ruang pengembangan proyek berskala besar yang relatif lebih luas dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Hal ini membuka peluang investasi dengan skala ekonomi yang menarik.
Dorong Transisi Energi dan Pengurangan Emisi
Skema investasi hijau Danantara juga sejalan dengan target nasional pengurangan emisi karbon. Pemerintah Indonesia telah menetapkan komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan meningkatkan bauran energi terbarukan dalam sistem energi nasional.
Melalui investasi pada proyek energi bersih di Kalimantan, Danantara diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap pencapaian target tersebut. Selain itu, pengembangan energi terbarukan juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang selama ini masih mendominasi.
Pengamat energi menilai langkah Danantara ini sebagai terobosan penting.
“Masuknya investor institusional dengan visi jangka panjang seperti Danantara akan mempercepat realisasi proyek energi terbarukan yang selama ini terkendala pembiayaan,” kata seorang analis kebijakan energi.
1.Skema Pendanaan yang Lebih Inklusif
Dalam rancangan awal, Danantara tidak akan berjalan sendiri. Skema investasi hijau ini dirancang terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor swasta, lembaga keuangan internasional, serta pemerintah daerah.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas sumber pendanaan sekaligus membagi risiko investasi. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak juga dinilai penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Danantara disebut akan mempertimbangkan berbagai instrumen pembiayaan, mulai dari penyertaan modal, pembiayaan proyek, hingga skema kemitraan strategis.
2.Peluang Ekonomi Baru bagi Daerah
Pengembangan proyek energi terbarukan di Kalimantan tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Pembangunan pembangkit energi bersih diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan industri pendukung, serta meningkatkan pendapatan daerah.
Bagi masyarakat lokal, kehadiran proyek energi terbarukan juga diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap energi yang lebih andal dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah di Kalimantan menyambut positif rencana ini. Mereka menilai investasi hijau dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.
3.Tantangan Implementasi di Lapangan
Meski prospeknya menjanjikan, pengembangan investasi hijau di Kalimantan tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kepastian regulasi dan perizinan, yang kerap menjadi kendala dalam realisasi proyek.
Selain itu, kesiapan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Proyek energi terbarukan membutuhkan teknologi dan keahlian khusus yang harus dipersiapkan secara matang.
Danantara disebut akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk meminimalkan hambatan tersebut. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar proyek dapat berjalan sesuai rencana.
4.Energi Terbarukan sebagai Investasi Masa Depan
Dalam konteks global, tren investasi hijau terus menunjukkan peningkatan. Investor semakin mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi.
Langkah Danantara memprioritaskan energi terbarukan dinilai selaras dengan tren tersebut. Selain berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, investasi di sektor ini juga menawarkan potensi imbal hasil jangka panjang yang stabil.
Analis pasar menilai bahwa energi terbarukan bukan lagi sektor alternatif, melainkan bagian utama dari strategi investasi masa depan.
5.Sinergi dengan Pembangunan IKN
Kalimantan sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara menjadi faktor strategis tambahan. Pembangunan IKN yang mengusung konsep kota hijau dan berkelanjutan membutuhkan pasokan energi bersih yang andal.
Investasi Danantara di sektor energi terbarukan diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi IKN sekaligus menjadi contoh penerapan pembangunan rendah karbon.
Dengan demikian, proyek-proyek ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai simbolis sebagai wujud komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan.
6.Pandangan Pelaku Industri
Pelaku industri energi menyambut baik rencana Danantara. Mereka menilai keterlibatan badan investasi nasional akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap proyek energi terbarukan di Indonesia.
“Kehadiran Danantara bisa menjadi game changer. Investor akan melihat adanya jaminan keberlanjutan dan keseriusan pemerintah,” ujar seorang pelaku industri energi terbarukan.
Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya konsistensi kebijakan agar minat investor dapat terus terjaga.
7.Langkah Awal Menuju Ekonomi Hijau
Skema investasi hijau yang disiapkan Danantara dinilai sebagai langkah awal yang penting dalam perjalanan Indonesia menuju ekonomi hijau. Meski masih membutuhkan waktu dan proses, arah kebijakan ini menunjukkan perubahan paradigma dalam pengelolaan investasi nasional.
Dengan memprioritaskan proyek energi terbarukan di Kalimantan, Danantara tidak hanya berupaya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga nilai lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Rencana Danantara menyiapkan skema investasi hijau dengan fokus pada proyek energi terbarukan di Kalimantan menandai babak baru dalam strategi investasi nasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen transisi energi, pengurangan emisi, serta pembangunan berkelanjutan.
Kalimantan dipilih karena potensi energi terbarukan yang besar dan perannya yang semakin strategis dalam pembangunan nasional. Meski menghadapi berbagai tantangan, peluang yang ditawarkan investasi hijau ini dinilai jauh lebih besar.
Ke depan, keberhasilan skema ini akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, sinergi antar pemangku kepentingan, serta kemampuan mengelola investasi secara profesional dan berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, investasi hijau Danantara berpotensi menjadi fondasi kuat bagi masa depan energi bersih Indonesia.
